Sabtu 17 Mei 2008 | 17.00 – selesai
Festival Mei
Diskusi “Menjadi Kutu Buku itu Keren”
“Buku tak sekadar pengikat ingatan, pengabadi ilmu, tetapi sekaligus gaya hidup. Maka engkau boleh bergaya semaumu, asal suka buku. Dan temu pencinta, aktivis, dan bloger buku kali ini untuk memberi kesaksian bahwa menjadi buku itu keren.”
Pembicara:
• Taufik Rahzen (ziarawan dan kolektor buku)
• Hetti Rusli (Penerbit Gramedia)
• H Tanzil dan 12 Anggota Persekutuan KUBU-GIL para penyanyah buku dan kawan-kawan jauhnya.
Moderator : Endah Sulwesi
Mata Hari lounge
Jl. Veteran I no. 32,
Gambir - Jakarta 10110
Didukung : Bataviase Nouvelles, Bentang Budaya, Hikmah,
I:BOEKOE - Indonesia Buku, Matahari Lounge, Mizan, Serambi.
"Seni dan Sastra Membuat Hidup Ini Sedikit Lebih Gemulai" kata biru alias Endah Sulwesi, sang pengelola blog ini. Dari arsipnya terdata posting pertamanya bertanggal 24 Februari 2004.
Untuk mengetahui sekelumit pengalamannya ngeblog selama tiga tahun lebih, anda bisa menyimak Perca di Matabaca.
Ini ide yang sangat menarik. Sebuah blog koleksi buku Pram dan artikel tentang sastrawan legendaris. Akan sangat bermanfaat jika benar-benar menjadi kumpulan koleksi semua karya Pram dan segala hal yang berkaitan dengannya, baik berupa news, video, events dsb...
p.a.t. museum sementara ini hanya berisi resensi buku dan artikel dalam bahasa Inggris. Sedangkan edisi bahasa Indonesia ada di blog terpisah: Bumi Manusia.
Ini sedikit cuplikan dari A Chat with .... :
Q: Are you working on a book now?
A: Yes, on one called The Originator, a nonfiction work on the crusading journalist on whom Minke was modeled, Tirto Adhisurjo.
The Dutch exiled him to the island of Molucca. His widow's family sent me many important documents that shed light on his life, but government security forces stole them from me and I've never seen them again.
Q: General Suharto's predecessor Sukarno, lndonesia's first leader, also imprisoned you, though briefly. Why was that?
A: That government didn't like the way I championed the rights of our Chinese minority.
I admired and studied the awakening of the Chinese nationalist movement in the early 1900s. Indonesians were inspired by the Chinese movement's principles of social justice and internationalism as expressed in the writings of Sun Yat-sen.
The Chinese characters who arise in my stories are symbolic of that influence. I try to show history being played out by what my characters say and do. I first learned of what the young Chinese who came to Indonesia were like from my mother.
Menyenangkan mendapati begitu banyak blog tentang buku. Kita coba kunjungi satu persatu, mengintip sedikit dan silahkan kunjungi jika anda ingin mengenal lebih jauh.
Buku yang kubaca merupakan blog resensi buku yang ditulis oleh H. Tanzil. Lumayan banyak resensi yang disajikan, arsipnya saja sudah bertanggal sejak 11 Nopember 2005.
Berikut ini cuplikan awal dari arsionya 19 Agustus 2007 :
Judul : Glonggong
Penulis : Junaedi Setiyono
Penyunting : Imam Muhtarom
Penerbit : PT. Serambi Ilmu Semesta
Cetakan : I, Juli 2007
Tebal : 293 hal
Perang Jawa atau De Java Oorlog (Belanda) adalah perang besar dan menyeluruh yang berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang terjadi di Jawa, antara pasukan penjajah Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock melawan penduduk pribumi yang dipimpin seorang pangeran Yogyakarta bernama Pangeran Diponegoro atau yang dalam novel ini disebut-sebut sebagai Kangjeng Sultan Ngabdulkamid. Perang ini merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama menjajah Nusantara. Peperangan ini melibatkan seluruh wilayah Jawa, maka disebutlah perang ini sebagai Perang Jawa.
Selengkapnya di Buku yang kubaca
Blog tentang bukubuku Indonesia. Slogannya: Hak Buku untuk Semua, menyiratkan kebutuhan yang wajar dan mudah diperoleh di dunia ternyata masih berupa kelangkaan di Indonesia.
Di negara yang mementingkan pendidikan, menerbitkan buku memperoleh berbagai insentif dari Pemerintah, Pusat mau pun Daerah. Undang-undang pun memayungi agar berbagai kegiatannya didukung dan dilindungi.
Kapan ya para tokoh yang memiliki pengaruh berhenti bermain politik, dan serius mengantar bangsa ini pada kedudukan yang pantas dihormati dan dihargai. Para founding fathers telah menunjukkan prestasinya, hingga bangsa kita menjadi guru bagi tetangga. Kini apa yang terjadi ketika kita biarkan buku menjadi barang mewah. Citacita anak desa pun hanya sebatas menjadi TKI meski menjadi bulanbulanan majikan.
Prioritas, Pengembangan Perpustakaan
Perpustakaan masih merupakan salah satu sarana pendidikan penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Masalahnya, jangankan kualitas, kuantitas perpustakaan standar untuk sekolah-sekolah dasar di Indonesia masih jauh dari memadai. Karena itu, pemerintah ataupun dunia usaha seharusnya memberi perhatian cukup besar untuk pengembangan perpustakaan di sekolah-sekolah
Menyenangkan mendapati begitu banyak blog tentang buku. Kita coba kunjungi satu persatu, mengintip sedikit dan silahkan kunjungi jika anda ingin mengenal lebih jauh.
Bukuku disebut oleh pemiliknya —Muhidin M Dahlan— sebagai "blog neraka". Tulisan-tulisannya yang kontroversial memancing aneka tanggapan yang dikumpulkannya di sini sebagai : "sehimpun review atau komentar atas apa-apa yang pernah kubuat dan kutuliskan sekian waktu dalam beberapa buku, baik fiksi atau nonfiksi. Wadah ini adalah sebentuk ruang bagaimana "anak2 ruhani" itu lepas-hidup dan dimaknai kehadirannya di jalanan kota pembaca yang kerap sengit, ganas, dan amat jarang berbelas kasih. Tapi inilah hidup. Ini neraka. Ini bukan surga. Di sini, perkelahian selalu berlaku. Maka bertahanlah secara kreatif. Jangan merunduk. Kalaupun merunduk, janganlah terlalu terbenam. Kalaupun terbenam, janganlah terlalu lama..."